Dulu sewaktu SMA kita mungkin pernah bertanya kepada teman2 jurusan IPA, "Eh,,kenapa lo ga masuk IPS aja?" beberapa diantaranya menjawab seperti ini "Ga ah,gw males IPS hapalan terus." atau juga ada jawaban seperti ini "Gw ga suka Akuntansi,,susah dan kerjaannya cuma ngitung angka2 doank.."
Dalam hati gw cm bisa bertanya balik "Bukankah IPA jg belajar Hapalan dan Angka??bukankah dalam matematika kita juga bermain dengan angka dan Kimia kita menghapal senyawa kimia?". Sebagai anak IPS jujur aja gw dulu jg merasa bosan dengan yg namanya Akuntansi,,hehehe..
Sewaktu SMA kita pasti pernah donk belajar Akuntansi??berarti pernah juga kan mengerjakan Pencatatan Jurnal? contohnya seperti ini:
Beban Sewa (Debet)
Kas (Kredit)
Dulu,pertanyaan pertama yg muncul di pikirkan gw adalah "kenapa Beban Sewa masuk ke Debet dan Kas ke Kredit?". Lalu misalkan pada akhir periode kita disuruh membuat Jurnal Penyesuaian yg isinya seperti ini:
Sewa Dibayar Di Muka (Debet)
Beban Sewa (Kredit)
Nah lho,,sekarang jadinya kok Beban Sewa ada di sisi Kredit??jadi mana yg harus kita ikuti??yg di Debet atau Kredit?? Apakah kita harus menghapal bentuk jurnal satu demi satu transaksi??wah..di dunia ini ada jutaan transaksi,,klo gitu caranya bisa2 isi kepala ini meledak..:)
Gw menyadari keterbatasan waktu yang diberikan kepada para pengajar. Namun, berdasarkan pengalaman pribadi saya, ada beberapa poin penting dalam materi akuntansi dasar yang sering dilewatkan,,atau lebih tepatnya mungkin tidak ditekankan. Misalkan tentang Rumus Akun Normal. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa Rumus Akun Normal tersebut merupakan cara yg paling simpel untuk mendasari pencatatan jurnal. Rumus Akun Normal adalah berikut:
| Akun | Bertambah | Berkurang |
| Asset/Harta | Debet | Kredit |
| Liabilities/Hutang | Kredit | Debet |
| Equity/Modal | Kredit | Debet |
| Expenses/Beban | Debet | Kredit |
| Revenue/Pendapatan | Kredit | Debet |
Apapun transaksinya, dengan rumus ini setidaknya kita akan lebih terbantu untuk meletakan apa yang harus diletakan di sisi Debet dan apa yang harus diletakan di sisi Kredit. Jadi,ketika lo sedang belajar akuntansi dan menemukan kesulitan ttg suatu Akun (contoh: akun "Invetasi Modal"), jangan ragu bertanya kepada pengajar "Pak/Ibu, Investasi Modal itu termasuk jenis kelompok akun apa (aset/hutang/modal/beban/revenue)?"
Pembahasan lain yg menurut gw kurang ditekankan adalah pembahasan mengenai perbedaan Akun Nominal dan Akun Riil. Menurut gw ini adalah salah satu pondasi paling penting dalam pemahaman akuntansi yang harus dijelaskan secara mendalam. Karena hal ini nanti akan berhubungan dengan pencatatan jurnal dan pemahaman akan laporan keuangan. Untuk mencari peerbedaan Akun Riil dn Normal mungkin Om Google punya banyak artikel.
*mohon koreksinya,,penulis cuma seorang staf akunting yg masih belajar banyak ttg akunting.

Tri Munanto atau biasa dipanggil Nanto lahir di kota Jakarta, 21 Januari 1986. Lulus tahun 2008 dan mendapatkan gelar SE di Universitas Budi Luhur. Saat ini tecatat sebagai karyawan di sebuah MNC yang berlokasi di Warung Buncit. Menggemari travelling, fotografi dan utak-utik WebDesign.
Hahaha. gue baru kelas 2 SMA jurusan IPS. tapi akuntansi bukan hal baru. Pas SMP gue juga belajar, tapi namanya ‘jasa’, sama-lah kayak akuntansi. Eniwei, akunting sama auditor sama gak sih? Sepupu gue ada yang auditor, dan..they livin’ large today causes their job as auditor.
Comment by Tyo — 8 December 2008 || @ 5:42 pm
damn! sudah saia lupakan kehidupan itu mas..
SMA gw science 2 bukan commerce jadinya ga ada accounting..
terus pas kuliah pernah nyasar di accounting tetapi kemudian saia fed up juga yee bo…
so finally here I am menjalani apa yang tidak jelas.. muwahaha ^^
Comment by ata-unoe — 9 December 2008 || @ 2:19 pm
IPA DAN IPS SAMA AJA, YANG NGEBEDAIN CUMA ORANGNYA AJA………….
Comment by STEFANUS — 17 December 2008 || @ 12:53 pm
Aku pengen jadi akuntan publik!!
Bantu aku bos!!
Comment by Taura Ambulu — 26 December 2008 || @ 9:47 am